Masalah kesehatan Parkit australia dan cara penanganannya.

 Masalah kesehatan pada Parkit Australia dan cara penanganannya.

    Parkit Australia yang sedang mengalami masalah  kesehatan biasanya menunjukan penampilan dan perilaku yang diluar dari kebiasaannya, misalnya:

  • kehilangan  selera makan
  • penampilan yang berantakan
  • kotoran yang abnormal
  • suka mencabut bulu
  • terlihat lesu, lebih banyak tidur
  • sering mengangkat satu kakinya ketika bertengger
  • kepala diselipkan di pangkal sayayap
  • disorientasi
  • lebih banyak minum
  • mata atau hidung berair atau mengalami pembengkakan
  • kepala, ekor atau sayap terkulai
  • muntah dan suka berada di dasar sangkar
kondisi burung yang sedang sakit


Bila tidak segera ditangani langsung, maka akan mempengaruhi kehidupan burung tersebut. Tentu saja perlu kepekaan dan kejelian dalam melihat persoalan yang sedang dihadapi. Dari pengalaman saya, bebeapa masalah kesehatan yang sering dijumpai berkaitan dengan hal berikut ini:
  • Masalah pernafasan
Penyakit yang seringkali dijumpai pada jenis parkit adalah snot. Penyakit ini menjadi momok yang menakutkan karena selain menular, penyait ini dapat menyebabkan kematian. Snot merupakan penyakit saluran pernafasan yang menyebabkan munculnya cairan pada area hidung, mata dan paruhnya. Cairan tersebut dapat menyumbat saluran pernafasan dan merembet ke organ lainnya. Pada tingkat yang lebih parah biasanya terdapat pembengkakan pada area sekitar mata dan hidungnya dan bisa menyebabkan kebutaan yang permanen. Burung yang terkena snot, cendrung kehilangan gairah makan. Bila dibiarkan lebih jauh, burung akan mengalami penyusutan badan yang parah dan berujung pada kematian. 

Ciri-ciri burung yang terkena snot

 

  • Saluran pencernaan

Mencret/diare  adalah masalah kesehatan yang juga sering dialami parkit Australia. Burung yang terkena diare memiliki kotoran yang encer bahkan berair. Pada tingkatan yang lebih parah, kotoran bisa berwarna hitam atau bercampur dengan darah. Hal ini disebabkan karena terdapat infeksi pada saluran pencernaannya. Selain itu burung akan lebih banyak diam, nampak lesu dan kurang bergairah. Nafsu makannya turun dan banyak minum air. Diare disebabkan oleh bakteri  dapat menyebabkan nyilet (keadaan dimana burung nampak kurus kering sampai tulang dadanya terlihat menonjol) dan berakhir dengan kematian bila tidak ditangani secara serius.

Selain diare, berak kapur juga menjadi problem yang umum terjadi dikalangan peternak unggas. Burung yang mengalami berak kapur akan memperlihatkan kotoran berwarna putih cair dan pada saat mengering akan berbentuk butiran kapur. Selain itu, bulunya nampak kusam dan burung kehilangan nafsu makan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pencernaannya. Meskipun tidak separah diare, bila penyakit ini tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada aktifitas dan produktitas burung itu sendiri.

Cacingan juga menjadi masalah yang berkaitan dengan saluran pencernaan. burung yang terkena cacingan akan kelihatan lesu, badan kurus kering, bulu kusam, dan banyak berdiam diri. Tanda bahwa burung mengalami cacingan adalah adanya cacing yang keluar dari kotoran burung itu sendiri. Kadang pada tingkat yang lebih parah, bercak darah juga terdapat pada kotoran burung. 

Perbedaan bentuk kotoran burung yang sehat dan yang sakit

 

  • Kutuan

 Kutu juga merupakan penyakit yang sering dihadapi. Keberadaan kutu bisa membuat burung kurang bergairah. Burung yang mengalami kutuan, akan sering memperlihatkan perilaku gelisah, suka mengaruk-garuk badannya, dan bulu yang nampak rusak. Beberapa area bisa jadi mengalami kebotakan karena sering digaruk. Pada tingkat yang lebih parah, burung bisa nampak pucat dan lesu karena kekurangan darah. Kadangkala kutuan juga bisa menyebaban kematian pada hewan kesayangannya. 


 

  • Kebotakan 

Kebotakan juga merupakan permasalahan yang sering dihadapi peternak. Penyebab kebotakan bisa bermacam-macam seperti kutu, bakteri, tumor, jamur, dll. Namun ada beberapa jenis burung yang ternyata memiliki cacat bawaan yang menyebabkan terjadinya kebotakan. Umumnya cacat bawaan ini terjadi pada lutino dan jenis mutasi langka seperti fallow, dominan recessive, dll. Permasalahan kebotakan dapat mengurang bentuk penampilan parkit Australia secara keseluruhan. Untuk kebotakan yang sifatnya bukan genetik, biasanya dapat segera diatasi dengan cara pemberian obat dan penanganan terhadap kebersihan lingkungan dan burungnya. Namun kebotakan yang bersigaat genetik sulit untuk disembuhkan.

  •  Eggbending 

Eggbending adalah kondisi dimana betina tidak bisa mengeluarkan telurnya. Umumnya kondisi ini akibat dari kegemukan dan beberapa gangguan metoabolisme. Pada beberapa kasus, eggbending juga bisa terjadi pada indukan yang baru pertama kali bertelur. Eggbending yang terjadi karena gangguan metabolisme menyebabkan kondisi telur lebih besar daripada ukuran normalnya. Bila eggbending terjadi karena kegemukan, biasanya telur akan menempel pada kloakanya. Kondisi burung yang mengalami obesitas akan nampak lesu. Bulu badan kelihatan selalu berdiri dan tubuhnya gemetaran. Perut bagian bawah nampak membesar seperti sedang menyimpan telur di dalam tubuhnya. Kondisi seperti ini harus segera diatasi dengan penangan khusus karena bila terlambat dapat menyebabkan kematian.

  • mallnutrition

Kondisi ini merupakan dampak dari kekurangan vitamin dan suplemen. Burung yang mengalami kekurangan vitamin dan suplemen akan menyebabkan ganguan terhadap pertumbuhan badan, daya tahan tubuh berkurang, penampilan yang kurang prima (bulu kusut, kaki bengkok, dll), kurang nafsu makan, infertilitas, dan lainnya. 

Ketika burung mengalami permasalahan kesehatan, penanganan yang baik dan tepat sangat diperlukan. Selain itu, perhatian yang lebih dan interaksi yang intens juga perlu ditunjukan agar burung merasa diperhatikan oleh pemiliknya. Beberapa penangangan khusus yang bisa dilakukan seperti:

  • Menjaga kebersian kandang dan lingkungan sekitarnya
Permasalahan kesehatan pada burung umumnya terjadi karena faktor kebersihan kandang. Kandang yang kotor dan jarang dibersihkan merupakan sarang berbagai penyakit. Parkit Australia termasuk burung yang rentan dengan penyakit. Oleh karena itu, pembersihan kandang yang rutin perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan burung. Selain itu, pemberian desinfektan juga perlu dilakukan secara rutin. Sebaiknya pilih disinfektan yang memang khusus untuk burung.  Perlu dicatat jg, bahwa burung ini cukup rentan dengan cairan yang berbau alkohol. Bahkan dalam kasus tertentu, cairan yang berbau alkohol justru membawa dampak negatif bagi burung. Tindakan yang paling minimal adalah menggunakan cairan sabun. Selama kandang dibersihkan sebaiknya burung ditempatkan terlebih dahulu pada kandang lain agar burung tidak mengalami trauma yang mungkin terjadi pada saat kita membersihkan kandang. Setelah kandang dibersihkan, basuh dengan menggunakan air sumur lalu dijemur sampai benar-benar kering. Setelah selesai, tempatkan kembali kandang ditempat asalnya lalu kemudian masukan kembali burung pada kandang yang sudah dibersihkan
  • Rutin memandikan dan menjemur
Parkit Australia merupakan burung yang sangat senang mandi dan berjemur. Oleh karena itu rutinitas memandikan dan menjemur burung perlu dilakukan agar burung terlihat bersih dan sehat dan menghindari berbagai macam organisme yang dapat mengganggu seperti jamur, bakteri kutu, dll. Setidaknya kegiatan ini dilakukan 1 minggu sekali dan dilakukan dipagi hari. Bila memang tidak memungkinkan, kita bisa menempatkan sebuah cepuk berukuran besar sebagai tempat dia untuk mandi. 

Setelah dimandikan, burung bisa dijemur. Sebaiknya penjemuran dilakukan pada saat cuaca cerah dan sebisa mungkin dilakukan sebelum jam 10 pagi. Durasi penjemuran maksimal 1-2 jam . Yang perlu diperhatikan juga adalah penempatan lokasi penjemuran. Hindari kandang penjemuran dari hewan peliharaan seperti kucing dan anjing atau lainnya yang dapat mengancam burung.

  • Pemisahan kandang
burung yang sakit sebaiknya dipisahkan dari yang lainnya. Tujuannya supaya penyakit itu tidak menular  ke yang lain dan supaya burung dan pemiliknya bisa lebih fokus dalam pemulihan kondisi kesehatan burung. Penempatan kandang sebisa mungkin ditempatkan dilingkungan yang sejuk, nyaman dan terhindar dari keramaian. Hal ini perlu dilakukan supaya burung yang sakit tidak semakin stress. Pada kondisi tertentu lingkungan yang tenang dengan alunan musik yang lembut atau suara gemercik air dapat membantu proses penyembuhan burung.
  • pemberian obat dan multivitamin
Burung yang sedang sakit tentunya perlu penanganan medis yang tepat dan teratur. Penanganan medis bisa dalam bentuk pemberian obat maupun terapi khusus. Obat yang diberikan bisa dalam bentuk herbal ataupun obat yang berasal dari pabrikan. Tentu saja obat yang diberikan harus diseseuaikan dengan jenis penyakitnya. Selain itu, pemberian suplemen tambahan dan multivitamin mutlak diperlukan untuk menjaga stamina burung. suplemen dan multivitamin bisa dibeli di toko terdekat atau diracik sendiri dengan menggunakan bahan-bahan herbal. Beberapa suplemen dan mmultivitamin yang bisa diberikan misalnya neobro, canary post, bod vit, vitasol, sup plus bird, dll.  
 
Selain itu ada beberapa penanganan medis yang bisa dilakukan pada saaat burung sedang sakit, seperti:

a. snot:

Saat ini sudah cukup banyak obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit snot. Beberapa diantaranya seperti: Spektra, duo snot combine, anti snot,baytril, interbat, OB-S, BBS, RDF, Bio Snot, Stop Snot, Alletrol, Sakep Cyndoxitrol, Vitobel, dll. Mengenai dosis pemberiannya sendiri sudah tercantum pada plastik kemasan yang ada di bungkusan obatnya. Untuk mengurangi iritasi pada matanya, biasanya saya menggunakan obat tetes mata yang dijual di apotik.

Untuk herbal, beberapa tanaman bisa digunakan seperti kitolod, sirih, dan kembang talang . Cara penggunaannya sebagai berikut:

1. kitolod

Bunga kitolod telebih dahulu dicuci. Kemudian diremas-remas sampai mengeluarkan air. Air inilah yang kemudian ditetskan pada mata burung parkit Australia. Efek samping dari penggunaan ini adalah burung akan mengeluarkan banyak airmata. Air mata ini nantinya akan membuang kotoran yang ada di dalam mata. Saat ini sudah ada ekstrak bunga kitolod yang dijual di toko burung. Biasanya berbentuk obat tetes mata. Ekstrak ini bisa juga digunakan pada burung yang sedang terkena snot.  

tanaman kitolod

 

2. daun sirih merah

Ambil 7 lembar daun sirih merah. Kemudian diremas-remas hingga halus dan dicampurkan ke dalam 1 liter air hangat. Setelah tercampur merata, saring  campuran ini dari ampasnya. Hasil saringan ini dapat digunakan untuk memandikan burung agar bakteri yang menempel di tubuhnya cepat mati. 

Selain itu, daun sirih merah bisa digunakan untuk obat tetes mata. 3 lembar daunnya dicuci bersih terlebih dahulu, kemudian diremas sampai halus. Air dari remasan ini diteteskan ke mata burung. Agar cepat sembuh, lakukan pengobatan ini 3 kali sehari.

saya pribadi juga sering menggunakan obat ini sebagai ekstrak tambahan pada pakanannya. Caranya ambil 3 lembar daun sirih, kemudian dicuci bersih. Panaskan air sebanyak 1 lt sampai benar-benar mendidih, kemudian rebus daun sirih itu sampai  kira-kira tinggal 1 gelas banyaknya. Kemudian air rebusan ini digunakan sebagai campuran bubur lolohan yang akan diberikan kepada burung yang sedang sakit.


 

3. kembang talang

Kembang takang direndam beberapa jam hingga airnya berwarna biru. Setelah itu teteskan cairan ini pada area mata burung yang terkena snot.

 

tanaman talang beserta bunganya

Terapi medis yang perlu dilakukan pada saat burung mengalami snot yaitu:

  1. mandikan burung dengan cara membasuhnya dengan menggunakan shampo khusus atau air rebusan daun sirih .Basuh sampai bersih area yang mengalami pembengkakan. Lakukan kagiatan ini dipagi hari
  2.  Setelah dimandikan burung dijemur selama 1 jam. Lakukan kegiatan ini paling lambat sebelum jam 10 pagi.
  3. Berikan pakan dan obat serta multivitamin di dalam kandangnya. Kemudian burung ditempatkan diruangan yang tenang. Sebaiknya kandang dikrodong terlebih dahulu. Sebelum melakukan pengkrodongan, krodong bisa dibasahi dengan sedikit aroma terapi. 
  4. tempatkan lampu yang bisa menghangatkan udara disekitar kandang dan biarkan burung beristirahat dengan tenang. 

 

b. diare/mencret

Ketika burung mengalami diare, sebaiknya pemberian pakan berupa ef dihentikan dahulu. Bila perlu, berikan makanan yang lembut seperti misalnya memberikan bubur lolohan dengan cara hands feeding  Bubur lolohan tersebut bisa dicampurkan dengan obat yang dapat dibeli di toko seperti teracifit, spektra, super N, D2K, Kolaridin, sulfa cure, vita love, dll. Terkadang obat untuk manusia seperti diabet juga bisa digunakan. Saya sendiri cukup sering menggunakan diabet dan norit untuk mengobati diare. Caranya: diabet 1/2 butir bersama norit 1/4 butir digerus lalu dimasukan kedalam bubur lolohan. Setelah itu saya berikan dengan cara handsfeeding. Kemudian 1/2 butir norit dan multivitamin juga saya larutkan kedalam air minumnya. Biasanya beberapa hari kemudian gejala diare berangsur-angsur sembuh. Pemberian obat dilakukan 3x dalam sehari. 

Untuk pengobatan herbal, biasanya saya menggunakan daun jambu biji atau daun pepaya, kunyit dan temulawak. Caranya, siapkan 7 helai daun jambu biji, junyt dan temulawak secukupnya. Cuci sampai bersih. Kunyit dan temu lawak sebaiknya digeprek. Kemudian rebus bahan tersebut ke dalam 1 lt air hingga air rebusan kira-kira tinggal 1 gelas. Selanjutnya air rebusan tersebut disaring dan dicampur dengan bubur lolohan. Sisanya saya campurkan ke dalam tempat minum burung tersebut. 


khasiat daun jambu, temulawak dan kunyit dapat membantu menyembuhkan penyakit diare.

bentuk terapi laiinya yang bisa dilakukan adalah menjaga suhu disekitar kandang tetap hangat. Sebaiknya tempatkan lampu 5 watt di dalam kandang agar burung bisa menghangatkan diri. bersihkan kandang dan ganti pakan dan air minum setiap hari

 c. berak kapur

Pada kasus berak kapur, penangan yang paling penting sebenarnya adalah menjaga kebersihan kandang, pakan dan minumannya. Kandang yang bersih serta pakan dan minum yang diganti setiap hari dapat mencegah terjadinya penyakit berak kapur. Pada saat burung sakit, obat-obataan bionic, amoxi nutribir,  enrocine vitarest, afirst aid, dll dapat digunakan sesuai dengan dosisnya.


d. Cacingan 

Burung yang terkena cacingan memerlukan perhatian yang lebih. Kebersihan kandang dan perhatian terhadap asupan makanan dan minuman yang steril merupan salah satu faktor terpenting dalam mencegah penyakit ini dan menjaga  kesehatan burung. Pakan hidup seperti cacing, sayuran , dll sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum diberikan kepada burung.

Obat yang bisa diberikan untuk mengatasi cacingan diantarnya adalah x-worm, ascari stop, vermixpro, dll. Penggunaan obat cacing pada manusia bisa digunakan, namun perlu diperhatikan dosisnya mengingat biasanya kandungannya cukup tinggi untuk burung. Bila dianggap perlu, antibiotik juga dapat diberikan untuk menyembuhkan infeksi pada saluran pencernaannya.

Pengobatan herbal yang bisa dilakukan adalah memberikan pakan berupa daun jambu, petai cina, krokot, biji lamtoro, daun pepaya, biji jeruju, dll. Caranya dengan direbus terlebih dahulu atau dengan diberikan secara langsung.

petai cina, krokot dan biji jeruju dapat menjadi alternatif untuk menyembuhkan penyakit cacingan

Komentar